Skip to main content

Jaringan Tumbuhan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsinya

Kali ini kita akan membahas materi struktur jaringan tumbuhan lengkap dengan struktur, ciri-ciri, fungsi, dan gambar supaya mudah untuk dipahami. Pernahkah kamu berpikir kenap tumbuhan semakin hari terus tumbuh tinggi? Tanaman baik pohon, bunga, atau lainnya dapat terus tumbuh dikarenakan adanya sel. Sel tersebut akan terus berkembang dan membelah diri.

Dari banyaknya sel yang membelah diri tersebut akan dikumpulkan berdasarkan bentuk, warna, dan fungsi. Perkumpulan banyak sel yang sama itu membentuk sebuah jaringan. Jaringan pada tumbuhan juga dibagi menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan alasan mengapa tanaman dapat terus tumbuh dan bertambah tinggi. Untuk mengetahui pembahasan lebih dalam tentang jaringan pada tumbuhan, simak terus pembahasan ini sampai selesai karena kita akan membahas satu per satu supaya mudah dimengerti.

Jaringan Pada Tumbuhan Beserta Fungsi dan Ciri-Cirinya

Ada dua jenis jaringan yang menjadi penyusun tumbuhan, yakni jaringan dewasa dan jaringan meristem. Dari keduanya tadi masih dibagi menjadi beberapa jaringan lagi. Berikut penjelasan lengkapnya.

jaringan meristem
gambar jaringan tumbuhan

1. Jaringan Meristem 

Pengertian jaringan meristem adalah suatu jaringan yang memiliki sel aktif yang secara terus menerus membelah diri dengan cara mitosis. Sel tersebut biasanya memiliki sifat embrional untuk memperbanyak jumlah sel pada tumbuhan. Jaringan Meristem dibagi menjadi tiga, yaitu meristem primer, sekunder, dan promeristem.

a. Meristem Primer
Jaringan meristem primer adalah tahap perkembangan lanjut setelah menjadi embrio tumbuhan. Letak meristem primer pada umumnya di ujung akar, daun, maupun batang. Meristem yang ada pada bagian ujung batang dan akar disebut sebagai apikal. Kegiatan yang dilakukan oleh meristem primer akan menjadikan bagian akar maupun batang terus bertambah panjang yang dinamakan pertumbuhan primer.

b. Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah suatu jaringan yang sudah melalui tahap diferensiasi. Letak dari meristem sekunder berada di samping organ tanaman sehingga membuatnya dijuluki sebagai meristem lateral. Adapun pertumbuhan yang terjadi pada meristem sekunder adalah mengarah ke bawah dan atas.

c. Promeristem
Jaringan promeristem adalah suatu jaringan dasar di mana telah ada pada tumbuhan sejak dari memasuki masa embrio.


Ciri-Ciri Jaringan Meristem
  •  Ukuran serta bentuk sel sama.
  • Memiliki dinding sel tipis.
  • Terdapat banyak protoplasma
  • Tidak ada kandungan zat makanan dalam sel
  • Sel muda yang belum mengalami spesialisasi dan diferensiasi biasanya akan berdinding tipis, vakuola kecil, protoplasma banyak, inti besar, plastida belum begitu matang dan mempunyai bentuk sama ke semua arah.

Fungsi Jaringan Meristem
  1. Menyokong pertumbuhan organ yang menjadi perantara tanaman.
  2. Menyokong pertumbuhan diameter batang ke arah samping.
  3. Menyokong pertumbuhan batang ke atas atau meninggi dan akar untuk memanjang.

2. Jaringan Dewasa

Jaringan dewasa terdiri dari sel-sel yang sudah tidak lagi aktif yang mana telah mengalami diferensi. Jaringan dewasa akan terbentuk ketika terjadi proses diferensiasi pada sel meristem, baik itu meristem sekunder ataupun primer. Ada lima pembagian jaringan dewasa yang dapat kita pelajari sebagai berikut.

a. Kolenkim 
Jaringan kolenkim adalah jaringan yang memiliki fungsi sebagai penyokong atau penguat organ tanaman yang masih dalam keadaan aktif melakukan pengembangan maupun pertumbuhan. Kolenkim tersusun atas sel hidup, mempunyai bentuk memanjang dan pada umumnya mempunyai dinding dengan tebal tidak sama.

b. Parenkim
Jaringan parenkim adalah jaringan yang terdiri dari sel hidup dengan struktur fisiologi maupun morfologi bermacam-macam dan masih aktif melakukan proses fisiologis. Walaupun fisiologi ataupun morfologi memiliki struktur beraneka ragam, namun umumnya jaringan parenkim dapat dikatakan mempunyai sifat sama.

Parenkim bisanya terdapat pada xilem, floem, akar, daun, dan batang tanaman. Jaringan parenkim mempunyai fungsi banyak ketika tumbuhan sedang melakukan sekresi, fotosintesis, maupun respirasi.

c. Xilem dan Floem
Jaringan xilem dan floem adalah sebuah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut hasil dari fotosintesi ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Tetapi, jaringan pengangkut semacam ini biasanya tidak akan ada pada tumbuhan tingkat rendah karena tumbuhan tingkat rendah mendistribusikan mineral cukup menggunakan sel.

d. Sklerenkim
Jaringan sklerenkim adalah penyokong atau penguat yang pada dinding selnya mengalami penebalan. Jika melihat pada bentuk, sklerenkim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sklereid dan fiber. Sklereid mempunyai bentuk yang berbeda-beda atau tak beraturan. Sedangkan Fiber mempunyai bentuk menyerupai pita dengan ukuran panjang dan sangat kuat di mana memungkinkan untuk dijadikan tali.

Itu tadi penjelasan tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Semoga dengan adanya materi ini dapat membantu kamu dalam proses belajar. Sekian dulu dan sampai jumpa pada ulasan selanjutnya dan jangan lupa berkomentar bila ada yang tidak jelas.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar