Pembahasan Jaringan Penyusun Daun dan Fungsinya Disertai Dengan Gambar

Daun adalah salah satu bagian dari tumbuhan yang memiliki peran penting dalam fotosintesis. Ada beberapa jaringan pada daun yang menjadi bagian penyusun di mana proses pembentukannya melalui pertumbuhan meristem primer pada batang tumbuhan yang berdiferensiasi. Lalu, apa aja sih jaringan penyusun daun itu dan bagaimana juga fungsi dari tiap jaringan tersebut pada metabolisme yang terjadi pada bagian-bagian daun? Untuk penjelasan secara rinci mari kita bahas di bawah ini.

Dalam ilmu morfologi terdapat 3 bagian-bagian daun seperti helai daun, tangkai, dan pelepah di mana helai daun merupakan bagian paling penting karena memiliki peran utama sebagai oragan fotosintetik utama. Sedangkan fungsi tangkai adalah untuk menghubungkan antara pelepah dengan helai daun sehingga pelepah dapat mendudukkan daun di batang.

Apabila kamu belum mengetahui apa saja fungsi pokok dari daun mari kita bahas terlebih dahulu. Seperti yang pernah kita pelajari, daun memiliki beberapa peran dan fungsi penting bagi setiap tumbuhan, seperti:

  • Sebagai organ pernapasan pada tumbuhan karena pada daun terdapat stomata yang memiliki fungsi untuk respirasi.
  • Tempat untuk fotosintesis. Jika tumbuhan berjenis dikotil akan terjadi pada jaringan parenkim palisade, sedangkan tumbuhan monokotil terjadi di jaringan spons.
  • Sebagai alat berkembang biak vegetatif.
  • Tempat terjadinya gutasi dan transpirasi.

gambar jaringan daun
gambar jaringan daun

Macam-Macam Jaringan Penyusun Daun dan Fungsinya

Supaya daun dapat menjalankan fungsinya, maka daun harus memiliki jaringan penyusun yang mendukung dalam menjalankan perannya. Adapun jaringan penyusun organ daun, yaitu epidermis, mesofil, pembuluh xilem dan floem, kolenkim serta sekretori.

Baca juga: Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

1. Jaringan Epidermis

Epidermis adalah jaringan pelapis yang umumnya memiliki tebal hanya satu sel dan menutupi organ tumbuhan meliputi daun, batang, akar, serta bunga. Jadi, fungsi epidermis pada daun adalah untuk melindungi kerusakan pada jaringan yang terletak di bawahnya dari berbagai macam gangguan, misalnya saja dari sinar matahari, pantogen, dan kerusakan fisik akibat perubahan lingkungan. Adapun modifikasi epidermis dapat menjadi:

  • Stomata merupakan bagian dari tumbuhan yang memiliki peran sebagai alat untuk mendapatkan CO2 yang dipakai untuk fotosintesis dan mengeluarkan 02 sebagai sisa dari fotosintesis tersebut. Letak stomata pada daun adalah di bagian epidermis bawah.
  • Kutikula adalah bagi yang terbentuk karena adanya proses penebalan dinding sel bagian luar dari epidermis atas. Fungsinya sendiri yakni sebagai penghalang supaya daun tidak mengalami penguapan berlebih melalui epidermis atas yang dapat mengakibatkan dehidrasi.
  • Trikomata atau yang umum disebut sebagai sel rambut halus terletak pada epidermis bawah ataupun atas. Trikomata memiliki peran sama seperti kutikula, yaitu mencegah terjadinya penguapan yang sangat berlebih.
  • Bulliform dan velemen adalah salah satu sel untuk menyimpan air dengan ukuran lebih besar dari sel epidermis lain.

2. Jaringan Mesofil

Jaringan dasar atau mesofil adalah sebuah jaringan yang terdapat dalam daun di mana susunan dasarnya terdiri atas sel parenkim. Mesofil sangat dominan karena menempati sebagian besar bagian daun. Adapun bagian dari mesofil ialah



  • Jaringan tiang juga diberi nama sebutan sebagai jaringan pagar atau palisade. Bentuknya memanjang dan terusun rapi pada bawah epidermis atas daun. Pada jaringan tiang terdapat banyak sekali kloroplas sehingga membuatnya dapat melakukan fotosintesis lebih baik walau dalam jumlah banyak. Fungsi jaringan tiang pada daun sangat penting dalam proses pembuatan makanan tumbuhan.
  • Jaringan bunga karang atau biasa disebut sebagai jaringan spons. Jaringan spons memiliki bentuk yang hampir sama seperti parenkim yaitu hexagonal di mana susunannya sangat loggar serta memiliki rongga yang lebih dibandingkan palisade. Fungsi bunga karang adalah sebagai tempat tanaman untuk menyimpan makanannya dan melakukan fotosintesis.

3. Pembuluh Floem dan Xilem

Tidak berbeda dengan akar, pada daun juga terdapat pembuluh xilem dan floem yang berada di antara epidermis bawah dan mesofil. Fungsi dari xilem adalah sebagai pengangkut air dan unsur hara dari akar menuju daun. Sedangkan floem memiliki fungsi mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan yang membutuhkan.

4. Kolenkim dan Sekretori

Jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdapat di antara parenkim yang mana fungsinya untuk menguatkan daun pada kondisi lingkungan kurang baik. Sedangkan jaringan sekretori hanya ada pada tumbuhan terntentu saja. Biasanya sekretori terdapat pada sel kristal atau kelenjar pada jaringan daun dan terdapat juga pada saluran getah.

Nah, itu tadi sedikit pembahasan mengenai struktur dan fungsi jaringan pada daun yang dapat kami bahas. Semoga setelah membaca artikel ini kamu dapat sedikit mengerti apa saja bagian-bagian daun dan fungsinya.