Skip to main content

Cara Mengatasi Efek Rumah Kaca dan Penyebabnya

Cara mengatasi efek rumah kaca merupakan salah satu bab pada pelajaran ilmu pengetahuan alam yang umum dipelajari pada bangku sekolah. Pelajaran ini sangat penting karena dengan mengetahuinya kita tidak akan melakukan hal-hal yang bisa mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca.

Efek rumah kaca adalah kondisi kenaikan konsentrasi gas CO2 atau karbon dioksida beserta dengan gas-gas lain seperti uap air, Ozon, Methana, Nitrus, Oxide. CFC, dan HFC yang berada di atmosfer bumi dengan sifat organik.

Efek rumah kaca dapat menimbulkan terjadinya pemanasan global di mana merupakan suatu kondisi suhu pada permukaan bumi mengalami kenaikan sehingga dapat menyebabkan perubahan iklim secara ekstrim. Akibat perubahan iklim tersebut bisa mempengaruhi keseimbangan ekosistem dan kehidupan makhluk hidup di bumi. Jadi, untuk mempertahankan kelangsungan hidup semua makhluk harus menghindari hal yang dapat merusak lingkungan.

Cara Mengatasi Efek Rumah Kaca

Penyebab Efek Rumah kaca

Sebelum mempelajari bagaimana cara mengatasi masalah ini sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu penyebabnya sehingga akan lebih mudah memilih metode mana untuk mengatasinya. Adapun penyebab yang diakibatkan oleh manusia meliputi:

  1. Penggundulan hutan baik dengan ditebang atau dibakar.
  2. Pemakaian bahan bakar fosil.
  3. Pencemaran pada air laut.
  4. Industri pertanian.
  5. Limbah tambang dan industri.
  6. Limbah rumah tangga.
  7. Industri peternakan.
  8. dan masih banyak lagi.


Cara Mengatasi Efek Rumah Kaca yang Mengakibatkan Pemanasan Global

Setelah tadi kita mengetahui penyebab efek rumah kaca kini saatnya mempelajari tentang pencegahan dan cara untuk mengatasinya dalam kehidupan sehari-hari.


1. Menjaga hutan dan melakukan reboisasi pada lahan gundul
Pohon beserta tumbuhan berklorofil lainnya mempunyai banyak sekali peran dalam memberikan udara bersih. Hal itu dikarenakan tumbuhan berklorofil mempunyai kemampuan dalam mengolah air, karbon dioksida, sinar matahari, serta unsur hara pada tanah menjadi berbagai macam zat organik dan oksigen.

Oksigen merupakan gas yang dimanfaatkan manusia untuk bernapas sehingga mampu bertahan hidup di bumi. Oleh karena itu keberadaan oksigen sangat dibutuhkan oleh manusia. Bila tidak ada oksigen manusia dan makhluk hidup lain yang membutuhkannya tidak akan mampu melanjutkan kelangsungan hidupnya. Artinya, semakin banyak tumbuhan maupun pohon yang ada maka akan semakin banyak juga ketersediaan akan udara bersih.

Selain itu, pohon juga mempunyai peranan penting dalam mengatasi efek rumah kaca karena seperti yang saya sebutkan tadi tumbuhan dapat mengubah atau menyerap karbon dioksida yang merupakan salah satu penyebab efek rumah kaca.

2. Menghemat listrik
Listrik adalah salah satu sumber energi yang banyak digunakan oleh manusia modern untuk membantu berbagai kegiatan. Hampir semua peralatan modern memerlukan listrik. Tetapi, apakah kamu tahu bahwa kebanyakan pembangkit listrik memakai bahan bakar fosil yang mana akan menghasilkan karbon dioksida?

Dengan begitu berarti semakin tinggi kebutuhan listrik maka akan semakin banyak juga pemakaian bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik dan itu akan mengakibatkan banyaknya karbon dioksida yang dihasilkan sehingga akan menimbulkan efek rumah kaca serta pemanasan global.

Selain mengurangi pemakaian listrik, sebenarnya bisa dilakukan dengan menggantikan sumber energi pembangkit listrik memakai energi alternatif, misalkan menggunakan angin atau air yang tidak menimbulkan gas karbon dioksida.

3. Mengolah limbah dan sampah dengan benar
Tidak dipungkiri sampah dan limbah industri menjadi suatu masalah serius saat ini, terlebih lagi sampah plastik yang sangat sulit untuk terurai. Karena banyaknya limbah atau sampah plastik dan sampah jenis lain yang ada di sekitar lingkungan biasanya orang akan cenderung untuk membakarnya tanpa memikirkan akibat dari kebiasaan tersebut.

Sebetulnya setiap sampah tidak harus dibakar karena dapat diperlakukan berbeda-beda. tergantung pada jenisnya. Selain itu, pembakaran sampah merupakan salah satu faktor penghasil karbon dioksida yang merupakan penyebab efek rumah kaca.

Maka dari itu ada baiknya tiap jenis sampah diperlakukan berbeda-beda, misalkan sampah organik didaur ulang menjadi pupuk sedangkan sampah anorganik saja yang dibakar sehingga jumlah karbon dioksida akibat pembakaran sampah akan lebih rendah.

Metode semacam ini sangat efektif apabila dilakukan oleh banyak orang dan juga dapat mencegah pencemaran udara yang mengakibatkan gangguan pernapasan.

4. Mengurangi pemakaian kendaraan berbahan bakar minyak
Tidak hanya pembangkit listrik tenaga fosil saja yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Kendaraan bermotor dengan bahan bakar minyak akan menghasilkan gas buang dan gas buang tersebut adalah karbon dioksida.

Semakin banyak kendaraan bermotor digunakan maka akan semakin banyak juga gas buang dihasilkan. Hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan kita karena selain mengganggu pernapasan juga menyebabkan banyaknya karbon dioksida yang ada di atmosfer.

Lalu bagaimana mengatasi efek rumah kaca akibat pemakaian kendaraan bermotor? Untuk saat ini sepertinya tidak dapat diatasi secara tuntas karena seperti yang kita tahu bahwa kehidupan manusia banyak dipengaruhi oleh pemakaian kendaraan bermotor. Tapi, ada cara untuk menguranginya, yaitu dengan beralih memakai kendaraan umum atau memakai alternatif sepeda pancal jika hanya bepergian dengan jarak dekat.

5. Menerapkan sistem industri pertanian dan peternakan ramah lingkungan
Banyak sekali industri pertanian dengan pemakaian bahan kimia dalam bentuk pestisida maupun pupuk. Padahal hal itu dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu, negara-negara maju seperti Jepang sudah mulai merubah metode pertanian mereka sedikit demi sedikit memakai bahan organik.

Sayangnya bahan organik juga bisa menyebabkan kerusakan lingkungan apabila dalam penerapannya tidak benar. Contohnya pemakaian kotoran ternak yang masih basah ternyata juga menjadi faktor penyebab terjadinya efek rumah kaca. Kenapa bisa begitu? Kotoran ternak yang masih basah merupakan sumber gas metana sehingga bila terkena paparan sinar matahari akan menguap dan terkumpul di atmosfer.

Untuk itu bila ingin menggunakan pupuk kandang pastikan terlebih dahulu telah melewati tahap dekomposisi di mana akan lebih aman untuk digunakan. Ciri dari pupuk kandang telah matang dapat dilihat dari warnanya yang lebih gelap dibandingkan dengan masih basah atau baru dan baunya tidak sekuat ketika masih baru. Dengan menerapkan cara ini akan mengurangi efek rumah kaca akibat gas metana.

6. Kurangi penggunaan alat yang memakai CFC
CFC atau dikenal dengan chlorofluorocarbon merupakan sebuah senyawa yang umum digunakan pada peralatan rumah tangga seperti kulkas dan AC. Memang sangat bermanfaat untuk manusia namun juga mempunyai dampak negatif yang perlu untuk dipertimbangkan.

CFC adalah salah satu yang mengakibatkan pemanasan global. Oleh karena itu mengurangi pemakaian alat yang menggunakan CFC dapat dijadikan cara mengatasi efek rumah kaca serta pemanasan global.

Untuk menggantikan pendingin ruangan dapat dilakukan dengan merancang rumah yang memiliki banyak ventilasi udara dan rumah dengan atap genting sehingga panas dari luar tidak terlalu terasa di dalam ruang.

Nah, itu tadi beberapa cara mengatasi efek rumah kaca yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga setelah membaca artikel ini kamu dapat menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar