Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru

Puisi lama dan baru mempunyai perbedaan yang terletak pada bagian unsur ekstrinsik serta intrinsik. Namun kata lama dan baru bukan berarti puisi dibedakan dari waktu pembuatannya, tetapi dari ciri-ciri ataupun karakteristik yang terdapat di dalamnya.

Misalkan saja puisi yang diciptakan pada tahun lalu bisa jadi termasuk puisi baru sedangkan puisi yang dibikin pada saat ini merupakan puisi lama. Agar lebih jelas, sebaiknya kamu memahami hal yang dapat dijadikan pembeda antara puisi lama dan baru di bawah ini.

Pusi lama dan baru mempunyai banyak perbedaan dari aturan penulisan, sajak, rima, dan baitnya.

Puisi Baru

Puisi ini adalah sebuah karya sastra yang terdiri dari kumpulan baris-baris kata dengan singkat dan mempunyai makna kias di mana tidak lagi terikat oleh aturan jumlah baris, bunyi, dan bait atau diciptakan dengan bebas oleh si pengarang. Puisi jenis ini tercipta sesudah adanya puisi lama. Walau begitu, tetap saja masih adanya unsur puisi, yaitu permainan bunyi.Puisi baru dibedakan menjadi beberapa macam, berdasarkan isi antara lain romansa, elergi, epigram, satire, balada, orde, dan hymne.


  1. Romansa: puisi yang digunakan untuk mengungkapkan keindahan dan kasih sayang.
  2. Elergi: berisi kesedihan yang mana merupakan perwujudan dalam bentuk kata tentang duka, kerinduan, maupun kepergian orang yang tidak diinginkan.
  3. Epigram: mempunyai isi tentang tuntutan dalam hidup.
  4. Satire: berisi ungkapan atau sindiran kepada orang (bersifat personal) yang mempunyai tingkat kedudukan maupun jabatan lebih tinggi.
  5. Balada: merupakan puisi yang dipergunakan untuk menceritakan sebuah kisah. Balada tersusun atas 3 bait yang dalam setiap baitnya mempunyai 8 baris, dan berpola ababbccb lalu menjadi ababbcbc.
  6. Orde: hampir sama dengan hymne sebab berisi sanjungan atau pujian.
  7. Hymne: menyerupai doa tapi bukan doa. Hmyne berisi pujian kepada Tuhan, pahlawan, maupun tanah air.

Puisi Lama

Puisi ini memiliki aturan yang sangat terikat mulai jumlah baris, bait, suku kata. rima dan sajak yang harus dipergunakannya. Pantun, talibun, syair, bidal, dan gurindam adalah bentuk puisi lama.


  1. Pantun: ialah salah satu puisi lama yang mempunyai sajak a-b-a-b. Pada zaman dulu, pantun kerap dipakai untuk media komunikasi.
  2. Taliban: merupakan pantun yang mana dalam penyusunannya terdiri dari 6, 8, maupun 10 baris. Secara bait, taliban tetap sama dengan puisi biasa, terdiri dari isi dan sampiran.
  3. Syair: terdiri atas 4 baris isi serta mempunyai sajak aaaa.
  4. Bidal: peribahasa dengan kandungan arti lugas, mempunyai irama dan rima sehingga masuk dalam golongan puisi. 
  5. Gurindam: mempunyai ciri tiap baitnya terdiri dari dua baris serta mempunyai saja aa.


Apa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru?


Adapun perbedaan yang dapat kita simpulkan dari penjelasan di atas sebagai berikut.

Puisi Lama


  • Baris dalam tiap bait jumlahnya ditentukan.
  • Suku kata tiap baris mempunyai ketentuan.
  • Bunyi di tiap akhir baris memiliki ketentuan sesuai jenis puisi.
  • Nama pengarangnya tidak diketahui.
  • Disampaikan dari mulut ke mulut atau secara lisan.
  • Sebagai salah satu unsur yang terdapat pada adat (contoh: mantra, balas pantun Betawi dalam tradisi Palang pintu).

Puisi Baru

  • Tidak ada aturan yang menentukan jumlah baris bahkan satu barispun sudah dianggap memenuhi seperti karya yang berjudul "Malam Lebaran" ciptaan Sitor Situmorang.
  • Sama halnya dengan baris, baitnya juga tidak ada aturan yang menentukan harus berjumlah berapa.
  • Kata dalam tiap baris tidak ada batasan dalam hitungan jumlah.
  • Penyair boleh memakai rima sesuai keinginannya.
  • Umumnya disampaikan dalam bentuk tulisan.
  • Pengarang dari puisi baru bersifat jelas walaupun misalkan judulnya telah diubah.
  • Menjadi tradisi sastra modern.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru"

Posting Komentar

Silakan ajukan pertanyaan kamu...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel