Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contoh Dari Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial adalah tindakan yang tidak sesuai pada nilai kepatutan maupun kesusilaan, baik dilihat dari segi kemanusiaan ataupun dilihat dari sudut pandang sebagai makhluk sosial. Dalam KBBI kata "menyimpang" memiliki arti perbuatan, tingkah laku, dan tanggapan kepada lingkungannya yang tidak sesuai pada norma serta hukum yang berlaku di lingkup masyarakat tersebut.

Mencuri adalah salah satu bentuk dari perilaku menyimpang dari norma dan aturan.

Terjadinya penyimpangan sosial dapat dipicu oleh berbagai faktor. Adapun penyebabnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor exsternal.

  • Faktor internal adalah sebab yang datangnya dari diri sendiri seperti pola pikir, usia, jenis kelamin, dan kedudukannya.
  • Faktor eksternal ialah pemicu yang datang dari lingkungan atau pergaulan di luar, contohnya pendidikan, teman, latar belakang keluarga, dan sebagainya.

Jenis Penyimpangan Sosial


Ada banyak jenis perilaku menyimpang yang dapat dibedakan berdasarkan kekerapannya dan sifatnya. Silakan terus membaca hingga selesai untuk mengetahuinya.

Perilaku Menyimpang Berdasarkan Sifatnya


Di dalam kehidupan kita sehari-hari pasti terdapat macam-macam aturan yang berlaku. Aturan tersebut dibuat untuk membina tiap anggota masyarakat untuk tetap melakukan tindakan baik. Tetapi, terkadang tidak dapat berjalan sesuai harapan. Adapun penyimpangan sosial tersebut berdasar pada sifatnya dibedakan menjadi dua yaitu positif dan negatif.


  1. Penyimpangan bersifat positif: Ini berarti perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang walau melanggar norma atau aturan sebenarnya memiliki dampak baik pada diri sendiri atau orang lain. Penyimpangan jenis ini dapat memberikan berbagai manfaat meskipun cara yang digunakan termasuk menyalahi norma yang diberlakukan namun masyarakat tetap dapat menerimanya. Contohnya adalah seorang wanita yang terjun dalam dunia politik karena masih banyak yang beranggapan bahwa dunia politik adalah ranah bagi kaum lelaki.
  2. Penyimpangan bersifat negatif: Bersifat negatif artinya perilaku yang dilakukan benar-benar jauh bersebrangan dari aturan yang ada dan menimbulkan dampak buruk pada diri sendiri atau orang lain. Penyimpangan seperti ini akan mendapatkan pandangan negatif dari masyarakat. Sebagai contoh sering dilakukan adalah melanggar norma kesopanan, hukum, mencuri, membunuh, dan sebagainya.


Penyimpangan Berdasarkan Kekerapannya


Adapun perilaku menyimpang didasarkan pada kekerapan dibedakan menjadi


  1. Penyimpangan primer: Penyimpangan dengan sifat sementara waktu sehingga orang yang melakukannya tetap dapat diterima kembali dalam masyarakat karena tidak secara terus menerus melakukan pelanggaran. Contohnya adalah menerobos lampu merah.
  2. Penyimpangan sekunder: Yaitu tindakan menyimpang yang secara terus-menerus dilakukan walau sudah pernah mendapatkan sanksi. Orang yang melakukannya bisanya akan dibenci dan dijauhi oleh masyarakat sekitar atau juga bisa dijadikan bahan gunjingan. Contohnya seperti orang yang setiap hari mabuk-mabukan dan berjudi.


Contoh Penyimpangan Sosial


Perilaku menyimpang dapat terjadi di mana saja, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat umum. Hal itu tergantung pada pribadi seseorang sering bergaul dan berinteraksi di mana. Di bawah ini contohnya.

Contoh Perilaku Menyimpang Di Masyarakat


Banyak sekali penyimpangan sosial di masyarakat yang dapat kita temukan. Tindakan tersebut dapat menimbulkan polemik atau bahkan mengganggu kehidupan bermasyarakat. Berikut ini 2 contoh penyimpangan di dalam lingkungan masyarakat.


  1. Penggunaan obat-obatan terlarang: Obat dengan dosis tertentu memang dapat dijadikan sebagai penyelamat untuk kehidupan manusia. Namun apa jadinya bila malah digunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif? Pemakaian obat dengan dosis berlebih justru bisa menimbulkan bahaya yang sangat tinggi dan biasanya akan membuat orang menjadi setengah sadar. Hal inilah yang banyak sekali memicu anak mudah untuk mengkonsumsi obat-obatan tertentu guna mendapatkan efek nge-flay (mabuk/setengah sadar/berhalusinasi).
  2. Pergaulan bebas: Di era modern banyak kita lihat kasus-kasus pelanggaran norma dan aturan sosial, salah satunya adalah pergaulan bebas. Salah satu pemicu terjadinya kasus ini adalah banyaknya beredar konten porno sehingga memicu keinginan para penonton untuk melakukan dan mencoba perilaku seksual walau tidak ada hubungan pernikahan. Melakukan hubungan di luar nikah merupakan pelanggaran berat, baik dari pandangan norma agama atau norma sosial.


Contoh Perilaku Menyimpang Dalam Keluarga


Penyimpangan dapat dikatakan sebuah perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan karena bertentangan dengan norma yang berlaku. Penyimpangan semacam ini banyak sekali kita temui pada masyarakat modern dibandingkan dengan masyarakat tradisional. Kemungkinan dapat terjadi pada orang modern karena mereka dapat dengan mudah memperoleh informasi negatif dari berbagai sumber seperti media online, pergaulan sangat luas, dan kehidupan yang semakin jauh dari adat istiadat. Ada beberapa contoh penyimpangan dalam keluarga sebagai berikut.


  1. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT): Kasus KDRT kerap kali ditemukan dalam hubungan suami istri yang dipicu karena ucapan menyakitkan pada pasangan, masalah ekonomi, perselingkuhan, dan alasan-alasan lain.
  2. Kekerasan secara verbal: Ucapan-ucapan kasar atau kotor yang menyudutkan salah satu anggota keluarga juga termasuk perilaku menyimpang, Selain itu juga dapat menimbulkan hal buruk seperti pada contoh pertama.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contoh Dari Penyimpangan Sosial"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel