Skip to main content

Pengertian dan Contoh Konotasi dan Denotasi

iFabrix - Suatu kalimat dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan maknanya, yaitu kalimat konotasi dan kalimat denotasi. Kalimat bermakna denotasi adalah sebuah kalimat yang di dalamnya terdapat kata dengan makna yang sama dengan makna sesungguhnya. Dapat dibilang kalimat tersebut tidak menyembunyikan makna lain dari tiap kata. Sedangkan konotasi tidak mempunyai makna sebenarnya atau malah merujuk ke hal lain.

Jadi, kalimat konotasi adalah kalimat yang di dalamnya terdapat kata tidak sama dengan makna yang seharusnya atau malah menggambarkan suatu hal. Terkadang kalimat konotasi serta denotasi memiliki kata yang sama, tetapi memiliki makna berbeda baik makna kiasan atau makna sebenarnya.

Pengertian dan Contoh Konotasi dan Denotasi

Kalimat konotasi umumnya banyak dipakai pada pembuatan karya sastra seperti pantun, puisi, cerpen, dan lain sebagainya karena secara tata bahasa kalimat konotasi terdengar lebih indah dibandingkan dengan denotasi. Lalu bagaimana membedakan kedua kalimat tersebut? Hal tersebut dapat dengan mudah untuk dibedakan, yaitu dengan melihat maknanya. Apabila maknanya jelas maka merupakan kalimat denotasi, sedangkan bila tidak masuk akal berarti itu konotasi.

Contoh Konotasi dan Denotasi

Huruf "D" berarti denotasi dan huruf "K" berarti konotasi.

Kambing hitam
D: Kambing hitam miliknya selalu keluar kandang ketika pintunya sudah dibuka.
K: Ia selalu menuduh orang lain menjadi kambing hitam ketika melakukan kesalahan.

Gigit jari
D: Adiknya suka menggigit jarinya sendiri.
K: Andi hanya dapat gigit jari ketika kekasihnya menikah dengan pria lain.

Meluap
D: Meluapnya air di Sungai grindulu diakibatkan tingginya curah hujan dalam kurun waktu tiga hari.
K: Orangtuanya meluapkan emosinya dengan membakar motor si penabrak.

Tumbuh
D: Rumput yang berada di depan sekolahan itu semakin tumbuh tinggi.
K: Seiring berjalannya waktu perasaannya terhadap lelaki itu semakin tumbuh.

Arus
D: Semakin lama hujan turun, arus Sungai Citarum semakin besar.
K: Tahun kemarin, arus mudik didominasi oleh pemakai kendaraan roda dua.

Hangus
D: Ayam geprek masakan kakak rasanya seperti hangus karena terlalu lama dimasak.
K: Investasi yang diberikan itupun hangus dikarenakan perusahaan yang ia berikan modal bangkrut.
Secara mudah untuk membedakannya bahwa kalimat konotasi merupakan kiasan sedangkan denotasi sesuai makna sebenarnya. Terima kasih sudah berkunjung di www.ifabrix.com.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar