Macam-Macam Anemia Jenis Langka

Macam-Macam Anemia Jenis Langka

Pikirkan bahwa sel darah merah sebagai sistem transportasi yang membawa oksigen menuju ke semua jaringan tubuh Anda. ketika menderita anemia, tubuh tidak bisa membuat sel darah merah yang cukup atau sel-sel itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, rasa lelah dan lemah yang dirasakan.

Anemia datang dalam berbagai bentuk. Anemia defisiensi besi merupakan bentuk paling umum. Jenis penyakit lainnya hanya mempengaruhi sejumlah kecil orang. Berikut ini beberapa macam anemia langka dan bagaimana sebaiknya perlakuannya.
Macam-Macam Anemia Jenis Langka

Anemia Aplastik (Hipoplastik)


Sel darah merah terbuat dari sel punca di sumsum tulang belakang. Ketika mengalami gangguan kesehatan ini, sel-sel induk sumsum rusak dan tidak bisa membuat sel darah merah yang cukup. Apabila Anda terlahir dengan aplastik berarti mewarisi gen dari orang tua yang menyebabkannya. Aplastik terkadang hanya terjadi sementara waktu.

Penyebab aplastik



  • Penyakit autoimun seperti lupus serta rheumatoid arthritis
  • Bahan kimia pestisida, arsenik, benzena
  • Infeksi termasuk hepatitis, virus Epstein-Barr, HIV
  • Perawatan metode radiasi ataupun kemoterapi 

Kondisi yang diwariskan seperti anemia Fanconi, sindrom Shwachman-Diamond, serta anemia Diamond-Blackfan dapat merusak sel dan juga menyebabkan aplastik.

Gejala anemia aplastik dapat meliputi segala sesuatu mulai dari sesak napas, pusing, sakit kepala, kulit pucat, nyeri dada, denyut jantung cepat (tachycardia). Salah satu cara mengobati aplastik bisa dengan melakukan transfusi darah. Cara lain seperti transplantasi sel induk juga dapat dilakukan untuk penyembuhan.




Anemia Sideroblastik


Dalam kelompok gangguan darah ini, tubuh tidak dapat menggunakan zat besi untuk membuat hemoglobin-protein yang membawa oksigen dalam darah. Zat besi menumpuk dan membentuk sel darah merah yang abnormal (sideroblas). Ada dua jenis utama sideroblastik berdasarkan penyebabnya.

  1. Disebabkan oleh paparan bahan kimia atau obat-obatan tertentu
  2. Terjadi ketika gen resesif  X-linked bermutasi dan mengganggu produksi hemoglobin. Gen ini menghasilkan heme (bagian dari hemoglobin yang membawa oksigen).

Gejala untuk keduanya seperti:


  • Sakit bagian dada
  • Detak jantung cepat/takikardia
  • Sakit kepala
  • Sulit bernapas
  • Kelelahan 

Perawatan untuk sideroblastik tergantung pada penyebabnya. Jika Anda menderita, Anda harus menghindari bahan kimia atau obat yang menyebabkannya. Perawatan lain termasuk terapi vitamin B6, asam folat, dan transplantasi sel induk.

Sindrom Myelodisplastik


MDS adalah penyakit disebabkan oleh kerusakan pada sumsum tulang dan mengakibatkan tidak dapat membuat sel darah sehat. MDS ialah jenis kanker.

Beberapa orang dilahirkan dengan gen yang menyebabkan MDS. Gen-gen ini biasanya diturunkan dari satu atau kedua orang tua. Jika Anda memiliki sindrom warisan tertentu, termasuk anemia Fanconi, Shwachman-Diamond, Blackfan Diamond, serta neutropenia kongenital berat memiliki kemungkinan lebih besar terkena MDS.

Sejumlah kecil orang juga mendapatkan MDS setelah melakukan perawatan kemoterapi. Penyebab lain adalah paparan bahan kimia seperti benzena yang terdapat pada asap tembakau.

Gejala MDS hampir sama dengan anemia lain tapi ada beberapa tambahan seperti


  • Memar atau berdarah
  • Infeksi
  • Demam

Ahli onkologi dan hematologi mengobati myelodisplastik  dengan kemoterapi, imunoterapi, dan stem cell.

Anemia Hemolitik Autoimun


Hemolitik autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel darah merah lebih cepat daripada proses pembuatan sel baru.

Bila Anda memiliki penyakit autoimun seperti lupus, Anda juga lebih mungkin mengalami anemia jenis ini. Obat-obatan seperti methyldopa (Aldomet), penicillin, quinine (Qualaquin) dapat menyebabkan hemolitik autoimun.

Gejalanya mirip dengan jenis anemia lainnya termasuk kelelahan, menggigil, sakit punggung, kulit kuning. Mengobati penyakit yang menyebabkan anemia juga dapat menghentikan kerusakan sel darah merah. Jika memiliki gangguan autoimun, dokter mungkin akan memberikan obat steroid untuk menenangkan sistem kekebalan. 

Congenital Dyserythropoietic Anemia


CDA ialah kelompok anemia warisan yang memepengaruhi sel darah merah yang sehat dalam tubuh. Semua CDA diwariskan melalui garis keturunan orang tua.

Ada tiga jenis CDA, yaitu tipe 1, 2, serta 3. Tipe 2 paling umum ditemui serta tipe 3 paling langka. Gejalanya termasuk anemia kronis, kelelahan, kulit dan mata kuning (penyakit kuning). Sebagian orang tidak pernah membutuhkan perawatan tapi tergantung pada beratnya kondisi.

Anemia Diamond Blackfan


Bila mengalami Diamond Blackfan, sumsum tulang tidak menghasilkan cukup sel darah merah. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh perubahan pada gen. Gejalanya seperti:

  • Takikardia
  • Murmur jantung
  • Tulang lemah
  • dsb

Anemia Megaloblastik


Dengan jenis anemia ini, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang abnormal misalkan terlalu besar atau terlalu muda. Karena mereka tidak matang atau sehat, sehingga tidak bisa membawa oksigen ke seluruh tubuh dengan baik.

Megaloblastik disebabkan terlalu sedikit jumlah vitamin B12 maupun B9. Tubuh membutuhkan vitamin tersebut untuk memproduksi sel darah merah. Biasanya korbannya tidak merasakan gejala apa-apa selam bertahun-tahun. Tetapi, begitu gejala muncul, langsung merasakan dampaknya. Gejala umum seperti

  • Pusing
  • Diare/mual
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nyeri 
  • dll

Pengobatan megaloblastik bisa dilakukan dengan suplemen vitamin B9/B12 untuk menggantikan apa yang hilang dari tubuh. Namun, bila ini disebabkan oleh komplikasi seperti Crohn's harus diobati juga penyebabnya.


Fanconi Anemia


Anemia fanconi membuat sumsum menghasilkan terlalu sedikit sel darah merah. Hal ini terjadi turun-temurun, artinya diturunkan dari salah satu orang tua melalui mutasi gen.

Gejala fanconi meliputi:


  • Masalah jantung, ginjal, tulang
  • Warna kulit berubah
  • Tubuh kecil

Penderita fanconi memiliki risiko tinggi terkena kanker yang disebut leukemia mieloid akut. Untuk perawatannya tergantung pada beberapa faktor seperti tingkat keparahan. Namun kebanyakan juga memakai terapi hormonal untuk meningkatkan produksi sel darah merah.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Silakan ajukan pertanyaan kamu...