Anemia Defisiensi Besi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Anemia Defisiensi Besi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Anemia defisiensi besi adalah salah satu jenis anemia yang sering terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Saat zat besi kurang di aliran darah, menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.

Walaupun kondisi ini umum terjadi, begitu banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terkena anemia defisiensi besi. Kemungkinan hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai hal ini walau mereka merasakan dampak gejalanya.
Anemia Defisiensi Besi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Pada masa wanita subur, anemia definsiasi besi umumnya dikarenakan kehilangan zat besi karena pendarahan yang diakibatkan oleh menstruasi berat serta kehamilan. Penyebab lain seperti melakukan diet tidak sehat dan penyakit usus yang mengakibatkan gangguan pada tubuh sehingga tidak bisa menyerap zat besi. Biasanya kondisi seperti ini bisa diatasi dengan menggunakan suplemen atau perubahan kebiasaan yang menjadi penyebab.

Baca juga: Gejala Kurang Darah (Anemia): Tanda-Tanda Jumlah Sel Darah Merah Rendah

Gejala Anemia Defisiensi Besi


Gejala awal biasanya terlihat ringan dan kemungkinan besar tidak disadari. Menurut AHS, "Banyak orang tidak sadar ketika mereka mengalami anemia dengan tingkat ringan sampai ketika melakukan uji laboratorium."  Gejala defisiensi besi biasanya seperti:


  • Kelelahan
  • Kulit terlihat pucat seperti sedang sakit
  • Terasa sesak saat bernapas
  • Sering pusing
  • Keinginan memakan barang yang tidak baik untuk tubuh
  • Kesemutan
  • Bengkak di lidah
  • Kaki serta tangan terasa dingin
  • Detak jantung lebih cepat dari normal
  • Kuku menjadi rapuh

Penyebab Anemia Defisiensi Besi


Penyebab umum ialah kekurangan zat besi. Kekurangan tersebut disebabkan oleh banyak faktor seperti:

Kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi

Kurang asupan makanan dengan kandungan zat besi dalam kurun waktu lama dapat menimbulkan anemia. Makanan yang mempunyai kandungan zat besi misalkan telur, daging, dan sayuran hijau. Oleh karena pentingnya zat besi maka wanita hamil dan anak dalam masa pertumbuhan sebaiknya mengkonsumsi makanan kaya akan zat besi.

Hamil atau menstruasi

Menstruasi yang tidak wajar dengan mengeluarkan darah berlebih maupun keluarnya darah ketika persalinan adalah gejala paling umum pada seorang wanita dalam masa subur.

Pendarahan internal

Gangguan medis biasanya ada yang menyebabkan terjadinya pendarahan internal yang berakibat munculnya anemia defisiensi besi. Penyakit tersebut bisa berupa polip, ulkus pada perut, ataupun juga kanker.

Pemakaian obat aspirin secara tidak benar juga bisa menyebabkan pendarahan

Gangguan dalam menyerap zat besi

Pembedahan tertentu yang terkait dengan usus dapat mengganggu tubuh dalam proses penyerapan zat besi. Bahkan, bila si penderita mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat besi cukup, penyakit celiac maupun operasi bypass lambung mengakibatkan kurangnya zat besi yang bisa diserap oleh tubuh.

Endometriosis

Apabila terkena gangguan kesehatan endometriosis, wanita biasanya kehilangan banyak darah, tetapi mereka tidak dapat melihat sebab tersembunyi di area panggul atau perut.

Faktor risiko


Anemia bisa terjadi kepada siapapun tanpa memandang jenis kelamin, usia, ataupun etnis. Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih rentan terkena anemia, misalkan:


  • Wanita dalam masa subur
  • Saat hamil
  • Melakukan diet ketat tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh
  • Terlalu sering donor darah
  • Bayi maupun anak yang lahir prematur
  • Vegetarian

Bagai mana diagnosisnya?


Dokter dapat menentukan apakah seseorang terkena anemia maupun tidak dengan tes CBC. Tes CBC adalah pengukuran jumlah komponen-komponen yang terdapat di dalam darah seperti

  • Sel darah merah dan putih
  • Hemoglobin
  • Hematokrit
  • dan trombosit

CBC bisa membantu mendapatkan informasi mengenai hal yang menjadi penyebab anemia jenis defisiensi besi. 

Cara mengobati dan mencegah anemia defisiensi besi


Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi dapat dicegah dan dipbati apabila masih tahap ringan dengan mengubah pola kehidupan kita, seperti makanan sehari-hari. Bagi kaum ibu sebaiknya memperhatikan makanan untuk sang bayu supaya tidak terkena anemia ini dengan memberikan cukup ASI maupun formula untuk bayinya yang memiliki kandungan zat besi cukup. Untuk Anda yang masih dalam kategori ringan ataupun belum terkena sebaiknya komsumsilah makanan berikut agar sembuh/terhindar dari defisiensi besi.

  • Daging sapi, ayam, domba
  • Kacang polong
  • Buah kering (kismis)
  • Labu
  • Makanan dari laut (sarden, kerang, tiram)
  • Buah-buahan
  • Brokoli
  • Tomat
  • dsb
Sebelum terkena anemia defisiensi besi ada baiknya kita mencegahnya dengan selalu memperhatikan gejala-gejala dan pola hidup kita sehari-hari.


Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Silakan ajukan pertanyaan kamu...