Diabetes Tipe 1: Penyebab, Gejala, Bahaya, dan Penanganan

Diabetes Tipe 1: Penyebab, Gejala, Bahaya, dan Penanganan

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel di dalam pangkreas yang disebut sel beta. Sel tersebut merupakan yang menghasilkan insulin. Beberapa orang juga mengalami kondisi yang disebut diabetes sekunder. Kondisi tersebut sangat mirip dengan diabetes tipe 1, hanya saja penyebabnya bukan karena sistem kekebalan menghancurkan sel beta namun sel beta dirusak oleh hal lain, seperti penyakit atau cedera pada pangkreas.

Apa peran insulin? Insulin adalah hormon yang bertugas membantu membawa gula atau glukosa ke dalam jaringan tubuh yang digunakan sel sebagai bahan bakar.

Kerusakan sel beta pada diabetes tipe 1 membuat produksi insulin terganggu. Hal ini menyebabkan glukosa tidak bergerak ke dalam jaringan sel tubuh karena tidak ada yang membawanya sebaliknya glukosa akan menumpuk di dalam darah dan sel-sel Anda kekurangan energi. Keadaan ini bila berlangsung terus menerus dapat menyebabkan:

  • Dehidrasi. Ketika ada banyak gula berlebih dalam darah, tubuh akan merespon dengan melakukan kencing yang berlebih (terlalu sering). Itu merupakan cara tubuh untuk menguranginya. Apabila hal itu terjadi menyebabkan sejumlah besar air dalam tubuh keluar dengan urine yang menyebabkan dehidrasi.
  • Berat badan turun. Glukosa yang keluar ketika buang air kecil juga menghilangkan kalori. Itu sebabnya banyak orang dengan gula darah tinggi berat badannya menurun.
  • Diabetic ketoacidosis (DKA). Jika tubuh tidak mendapatkan glukosa yang cukup untuk bahan bakar maka akan memecah lemak sebagai penggantinya yang menyebabkan terciptanya zat  bernama kontones. Selanjutnya hati akan melepaskan gula yang disimpan untuk membantu. Tetapi, tubuh tidak dapat menggunakannya sebagai sebagai pemasok energi sebab dibutuhkan insulin sehingga menumpuk di dalam darah bersama keton yang asam. Kombinasi glukosa, dehidrasi, dan penumpukan asam tersebut dikenal sebagai ketoacidosis dan dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
  • Kerusakan pada tubuh. Seiring waktu kadar glukosa yang tinggi dalam darah dapat membahayakan  saraf dan pembuluh darah kecil di mata, ginjal, dan jantung. Selain itu juga dapat membuat kemungkinan untuk terjadi pengerasan arteri atau aterosklerosis yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Siapa saja yang bisa terkena diabetes tipe 1?

Sangat jarang, hanya sekitar 5% penderita diabetes tipe 1. Gangguan ini lebih sering terjadi pada orang kulit putih daripada orang Afrika-Amerfika. Biasanya penyakit ini menyerang orang dengan rentan usia di bawah 20 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan pada usia berapapun.

Apa penyebab diabetes tipe 1?

Mungkin dokter tidak tahu semua hal penyebab penyakit diabetes tipe 1, tetapi mereka tahu bahwa gen mempengaruhinya. Dokter juga akan tahu diabetes tipe 1 dapat terjadi ketika sesuatu dilingkungan seperti virus menyebabkan sistem kekebalan menyerang pangkreas. 
Diabetes Tipe 1: Penyebab, Gejala, Bahaya, Penanganan

Kebanyakan orang dengan diabetes tipe 1 memiliki tanda-tanda serangan yang disebut autoantibodi. Hal tersebut terjadi hampir di semua orang yang memiliki kondisi ketika gula dara tinggi.

Diabetes tipe 1 dapat terjadi bersama dengan penyakit autoimun lainnya seperti penyakit Grave atau vitiligo.

Apa gejala-gejalanya?

Ini sering kali dianggap remeh tapi bila dibiarkan dapat menjadi semakin parah.

  • Haus berat.
  • Rasa lapar berlebih terutama setelah kita makan.
  • Mulut terlihat kering.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Keseringan buang air kecil.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan meskipun banyak makan.
  • Sering lelah.
  • Pengelihatan kabur.
  • Nafas terasa berat.
  • Sering terjadi infeksi pada kulit, saluran kemih, dan vagina.

Tanda-tanda keadaan darurat pada diabetes tipe 1 termasuk:

  • Gemetar dan kebingungan.
  • Bernapas dengan cepat
  • Aroma bau nafas.
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan kesadaran walau terbilang jarang.

Apakah Anda didiagnosis terkena diabetes tipe 1?

Jika dokter Anda mengira Anda mengidap diabetes tipe 1, ia akan memeriksa kadar gula darah. Ia mungkin akan menguji urine apakah ada glukosa atau zat lain yang dibuat tubuh ketika tidak memiliki cukup insulin.

Banyak orang dengan diabetes tipe 1 hidup panjang dan sehat. Kunci untuk kesehatan yang baik tersebut dengan menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang dianggap aman oleh dokter. Bila Anda seorang penderita seringlah memeriksakannya dan menyesuaikan insulin, makanan, dan aktivitas untuk menjaga kesehatan.

Semua orang dengan diabetes tipe 1 harus menggunakan obat insulin untuk mengontrol gula darah mereka. Ketika Anda mengunjungi dokter biasanya akan menyebutkan 3 hal utama:

  • Onset adalah lamanya waktu sebelum mencapai aliran darah dan mulai menurunkan gula darah.
  • Waktu puncak adalah waktu ketika insulin melakukan pekerjaan paling banyak dalam hal menurunkan gula darah.
  • Durasi adalah berapa lama terus bekerja setelah onset.

Beberapa jenis insulin tersedia.

  • Rapid-acting mulai bekerja dalam waktu sekitar 15 menit lalu akan memuncak sekitar 1 jam setelah anda memakainya dan terus bekerja selama 2 hingga 4 jam.
  • Reguler atau short-acting mulai bekerja sekitar 30 menit. Memuncak antara 2 dan 3 jam. Bekerja selama 3 hingga 6 jam.
  • Intermediate-acting tidak akan masuk ke aliran darah selam 2 hingga 4 jam setelah injeksi. Memuncak dari 14 hingga 12 jam dan bekerja selama 12 hingga 18 jam.
  • Long-acting membutuhkan beberapa jam untuk masuk dan berlangsung sekitar 24 jam.
Penanganan harian diabetes tipe 1 dalam gaya hidup

Olahraga adalah bagian paling penting untuk merawat kesehatan pada diabetes tipe 1. Tetapi, olahraga tersebut tidak sesederhana dengan melakukan lari pagi. Penderita harus menyeimbangkan dosis insulin dan makanan dengan aktivitas yang dilakukannya.

Periksalah gula darah sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas untuk mengetahui pengaruhnya. Misalkan aktivitas A dengan mengkonsumsi A akan membuat kadar gula naik sedangkan aktivitas A dengan mengkonsumsi makanan B masih tetap normal. 

Hal di atas bertujuan supaya Anda dapat memahami bagaimana makanan memengaruhi gula darah. Setelah anda mengetahui bahwa beberapa makanan dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah sebaiknya segera merancang makanan sehat yang dapat menjaga pada tingkat seharusnya.

Baca juga: Diabetes tipe 2

Apa yang terjadi bila dibiarkan tanpa penanganan yang benar?

Jika dibiarkan tanpa penanganan yang benar pada diabetes tipe 1 dapat menyebabkan masalah serius atau mengancam jiwa.

Retinopati

Masalah mata ini terjadi pada sekitar 80% orang dewasa yang telah menderita diabetes tipe 1 selama lebih dari 15 tahun. 

Kerusakan ginjal

Sekitar 20% hingga 30% orang dengan diabetes tipe 1 mendapatkan kondisi yang disebut nefropati. Kemungkinan besar akan muncul 15 sampai 25 tahun setelah terkena diabetes. Keadaan ini juga dapat memicu munculnya masalah serius lain seperti gagal ginjal dan penyakit jantung.

Siklus darah buruk serta kerusakan saraf

Saraf yang rusak dan arteri yang mengeras menyebabkan kurangnya suplai darah ke kaki sehingga meningkatkan lamanya luka untuk sembuh. 
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Silakan ajukan pertanyaan kamu...