Skip to main content

Pengertian Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan Serta Contohnya

Salah satu materi yang sangat menarik dipelajari pada jenjang pendidikan SD sebagai penambah wawasan kita adalah mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Dalam Ilmu Pengetahuan Alam terbagi menjadi banyak sekali bab yang bisa kita ketahui, salah satunya ialah rantai makanan dan jaring-jaring makanan.

Tidak harus anak yang sekolah tingkat SD saja yang perlu untuk mempelajari, tetapi semua orang juga wajib untuk mengetahuinya, termasuk orang dewasa. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dan akan memberikan pelajaran berharga bagi kita supaya tidak melakukan tindakan yang mengganggu tersalurnya energi dalam rantai makanan.

Maksud dari mengganggu rantai makanan contohnya adalah seperti ini. Bayangkan saja kamu adalah seorang petani yang memburu ular di sawah karena dapat membahayakan manusia. Maka jangan kaget apabila hasil panen padi milikmu menurun akibat diserang hama tikus karena dalam urutan rantai makanan ular adalah pemangsa tikus dan ular yang seharusnya mengontrol perkembangbiakan tikus supaya tidak berlebih telah kamu basmi.

Salah satu masalah yang diakibatkan karena kurang pemahaman mengenai manfaat rantai makanan adalah fenomena ulat bulu yang muncul sangat banyak. Sebenarnya populasi ulat bulu dapat meningkat tajam seperti itu dikarenakan penebangan pohon dan pembukaan lahan sehingga mengganggu kelangsungan hidup pemakan ulat. Beberapa contoh hewan pemakan ulat seperti burung, tokek, dan kelelawar.

Jadi, kamu masih beranggapan bahwa pelajaran IPA ini tidak penting? Tentu tidak bukan? Materi pembahasan tentang struktur rantai makanan wajib dimengerti oleh semua orang terlepas dari jenjang pendidikannya. Oleh sebab itu, iFabrix.com akan memberikan sedikit pembahasan mengenai pelajaran ini.

Pengertian Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan Serta Contohnya

Pengertian Rantai Makanan

Rantai makanan adalah proses makan dan dimakan dalam sebuah ekosistem dengan tujuan mendapatkan energi yang terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer).

Jadi, rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan yang mana aliran energi tersebut dimulai dari produsen ke konsumen puncak.

Biasanya rantai makanan saling berhubungan sehingga menjadi jaring-jaring makanan karena sebagian besar organisme tidak hanya mengkonsumsi satu jenis tumbuhan atau hewan saja. Tingkatan yang ada dalam rantai makanan dapat diurutkan sebagai berikut.

1. Produsen 

Organisme yang dapat menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri, seperti pohon, rumput, dan berbagai macam tumbuhan.

2. Konsumen

Konsumen dibagi menjadi beberapa tingkatan, yakni:

  • Konsumen I (primer): terdiri dari berbagai macam hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Misalkan, sapi, kelinci, kambing, serangga, dan ayam.
  • Konsumen II (sekunder): merupakan hewan karnivora (pemakan daging). Contohnya ular, katak, burung pemakan ikan.
  • Konsumen III (tersier): dapat berupa hewan pemakan hewan yang lebih kecil. 
  • Konsumen IV (apeks):walau ini sangat jarang terjadi namun tetap ada kemungkinan konsumen tersier dimangsa kembali oleh konsumen lain.

Nah, pada urutan paling atas pada sebuah rantai makan dinamakan sebagai konsumen puncak di mana sudah tidak ada lagi predator yang dapat memangsanya. Contoh konsumen puncak adalah manusia, singa, dan beruang. 

3. Dekomposer

Selain itu ada lagi tingkatan lain yang dinamakan pengurai seperti cacing dan bakteri yang bertugas menguraikan sisa-sisa kehidupan dari konsumen teratas yang telah mati. Akan tetapi, karena energi dalam bentuk panas sehingga akan berkurang dalam setiap perpindahan tingkat atau trofik.

Contoh Rantai Makanan Lengkap

Banyak sekali contoh dari rantai makanan yang ada di sekitar kita untuk dapat ditemukan. Contoh rantai makanan yang paling gampang dilihat, seperti rumput yang dimakan kambing, lalu kambing disembelih dan dikonsumsi oleh manusia. Supaya kamu lebih paham dan mudah untuk mempelajarinya, berikut ini beberapa contoh rantai makanan di sawah dengan 4 konsumen, laut, hutan, dan kebun.

Contoh Rantai Makanan

Rantai Makanan Di Sawah

Ekosistem buatan biasanya memiliki keanekaragaman makhluk yang menghuni, contohnya saja pada kebut maupun sawah. Karena terlalu banyak kontak dengan manusia menyebabkan banyak hewan yang tak tetap tinggal di ekosistem ini, namun secara harifah dapat diurutkan seperti berikut.
  • Padi - belalang - katak - ular - elang 
  • Rumpun - ulat - burung kecil - ular sawah-elang -  pengurai.
  • Padi - tikus - ular - elang 

Rantai Makanan Di Laut

Laut adalah salah satu ekosistem air yang paling luas di bumi hingga mampu menampung begitu banyak makhluk yang hidup di dalamnya. Di laut, ada sekitar 300.000 kehidupan spesies yang telah diketahui oleh ilmu pengetahuan atau 15% dari semua jenis spesies yang ada di bumi. Tapi, masih banyak lagi spesies yang tidak diketahui manusia yang ada di kedalaman lautan. Sebagian besar spesies laut ini saling terhubung dalam rantai makanan.
  • Alga-ikan-penguin-ikan hiu
  • Fitoplakton -  udang - ikan kecil - hiu.
  • Fitoplakton - ikan kecil - bangau - ular laut

Rantai Makanan Di Hutan

Kita dapat menemukan rantai makanan di tempat yang terdapat kehidupan. Tumbuhan dan hewan di hutan menggunakan energi dari makanan untuk bertahan hidup. Energi dari makanan dapat membantu tanaman menghasilkan buah dan zat bermanfaat lainnya. Salah satu ekosistem alami dengan kekayaan hayati melimpah tidak lain adalah hutan. Keanekaragaman satwa dan tumbuhan membuatnya terdapat berbagai rantai makanan, contohnya sebagai berikut.
  • Rumput - kelinci - ular - elang
  • Rumput - kambing hutan - harimau/singa

Rantai Makanan di Sungai

Salah satu ekosistem perairan yang banyak dihuni oleh berbagai makhluk hidup ialah sungai. Di sana terdapat beberapa rantai makanan seperti berikut.
  • Tumbuhan air - ikan -bangau -buaya - dekomposer
  • Lumut - ikan pemakan lumut - ikan karnivora - buaya - dekomposer
  • Alga - ikan air tawar - manusia - pengurai

Rantai Makanan di Kebun

Sama halnya dengan sawah, kebun merupakan ekosistem buatan manusia yang di dalamnya juga terdapat beberapa rantai makanan. Berikut kami berikan contohnya:
  • Cahaya matahari - sayuran - ulat - burung - kucing  

Jaring- Jaring Makanan


Dalam sebuah ekosistem tak mungkin bila hanya ada satu rantai makanan, melainkan akan terdapat beberapa rantai makanan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya tumpang tindih maupun gabungan dari beberapa rantai makanan menjadi satu buah jaringan makan-memakan yang luas dan disebut dengan jaring-jaring makanan.

Jadi Jaring-jaring makanan dapat disimpulkan sebuah gabungan maupun kombinasi yang tumpang tindih antar rantai makanan dalam sebuah ekosistem. 

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai materi pelajaran IPA bab rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Semoga dapat memberikan wawasan baru.
    Oldest Post
    Panduan Berkomentar: Anda dapat menanyakan segala hal yang berkaitan dengan topik pembahasan ini. Tetapi, komentar dengan menyisipkan link eksternal tidak akan disetujui.
    Buka Komentar
    Tutup Komentar