Mengenal Tumbuhan Paku Secara Lengkap

Tumbuhan paku adalah kelompok tumbuhan yang memiliki pembuluh sejati namun tidak dapat menghasilkan biji dalam proses reproduksinya. Jadi, tumbuhan semacam ini tidak dapat menghasilkan generasi penerusnya melalui biji seperti pada tanaman pada umumnya. Menurut beberapa sumber, tumbuhan ini salah satu tumbuhan purba yang masih hidup hingga saat ini. Diperkirakan ia sudah ada sejak 360 juta tahun lalu sebelum adanya dinosaurus di muka bumi.

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan dengan yang mempunyai sistem pembuluh sejati.

Apa ciri-ciri tumbuhan paku?


Adapun hal yang dapat membedakan antara tumbuhan paku dengan tumbuhan lain adalah sebagai berikut.

  1. Sudah memiliki kromus, di mana artinya sudah memiliki bagian batang, daun sejati, serta akar sejak ia tumbuh. 
  2. Melakukan proses perkembangbiakan menggunakan spora.
  3. Pada bagian daun pada umumnya berbentuk menggulung.
  4. Sedangkan pada daun yang telah tua sering kali ditemukan sorus (bintik-bintik hitam).
  5. Di dalam sorus tersebut terdapat bagian kota spora yang mana kota spora tersebut memiliki bagian pelindung bernama indusium.
  6. Kotak spora mempunyai sel, sel tersebut  membentuk cincin yang disebut dengan anulus.
  7.  Jika terjadi kekeringan akan mengakibatkan anulus mengerut serta pecahnya sporangium sehingga spora menjadi tersebar.
  8. Memiliki fertil atau daun subur penghasil spora. Daun ini juga sering disebut sebagai sporofil.
  9. Selain fertil terdapat juga steril (daun mandul) dan hanya digunakan sebagai tempat untuk melakukan fotosintesis. Daun ini juga kerap dinamakan tropofil.

Ukuran tumbuhan paku sangat berfariasi, dari yang hanya beberapa cm seperti halnya yang hidup pada permukaan air dengan mengapung sampai yang ukurannya besar, biasanya hidup di daratan misalnya Sphaeropteris. Menurut beberapa sumber, tumbuhan paku purba dapat mencapai ketinggian hingga 15 meter.Saat ini kita masih dapat melihat di sekitar kita macam-macam jenis ada dengan bentuk menyerupai tanduk rusa, lembaran, dan seperti halnya pohon. 

Ada dua generasi tumbuhan paku yang umum kita kenali, yaitu gametofit serta saprofit. Kedua generasi tersebut tumbuh  secara bergantian dalam siklus hidup jenis tumbuhan paku ini. Saprofit dapat menghasilkan spora sedangkan gametofit ialah yang menghasilkan sel kelamin atau gamet.

Di antara keduanya, memiliki perbedaan dalam hal waktu kehidupan serta ukuran di mana sporofit lebih besar dengan masa hidupny lebih lama sedangkan gametofit sebaliknya. Oleh karena itu sporofit disebut sebagai generasi tumbuhan paku yang lebih dominan dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana siklus hidup pada tumbuhan paku?


  • Mengalami metagenesis atau yang umum disebut pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit. Berlangsungnya kedua fase tersebut terjadi secara bergantian.
  • Sporofit yang terdapat pada tumbuhan paku ialah tumbuhan paku itu sendiri yang mana mampu menghasilkan spora.
  • Fase pergilaran tumbuhan paku dominan pada sporofit.
  • Spora akan tumbuh jika jatuh di tempat dengan suhu lembab serta teduh.

Klasifikasi Pada Tumbuhan Paku


Tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

1. Paku Purba (Psilotinae)

Kelas psilotinae banyak ditemukan sudah dalam bentuk fosil. Tetapi, masih ada yang ditemukan dalam kondisi hidup, yaitu tmesipteris serta psilotum. Untuk psilotum adalah keluarga tumbuhan paku dengan tingkat rendah. Pada paku purba, sporofitnya tidak memiliki akar sejati namun berupa rhizoid. Sedangkan pada bagian batang umumnya tak ada daun sehingga kerap dinamakan paku telanjang. Yang terakhir adalah sporangium tunggal berada di cabang bagian ujung.

2. Paku Kawat (Lycopodinae)

Jenis ini memiliki bagian tumbuhan hampir lengkap seperti batang, daun, dan akar oleh karena itulah dapat tumbuh menjalar pada permukaan tanah. Cabang yang ada termasuk dikotomi sebab berukuran kecil dengan bentuk menggarpu. Daun yang ada berjumlah banyak dengan ukuran kecil dan tersusun berhadap-hadapan.

Paku kawat mempunyai sporangium tunggal terletak di bawah daun. Daun fertil pada tumbuhan paku terdapat di ujung cabang di mana daun tersebut disebut sporofil. Sporofil yang berkumpul disebut sebagai strobilus (penghasil spora berbentuk mirip kerucut). Adapun contoh dari psilotinae seperti paku kawat (lycopodium) dan paku rane (selanginella).

3.Paku Ekor Kuda (Equisetinae)

Tumbuhan paku ekor kuda biasanya tumbuh berupa terna yang berkelompok di tempat lembab. Ekor kuda merupakan jenis paku dominan sebab dapat tumbuh dengan subur dalam jumlah besar. Dalam kelompok ekor kuda mempunyai bentuk batang beruas, berongga, dan berbuku. Daunnya berukuran kecil dengan formasi melingkar. Ia dapat menghasilkan spora berbentuk sama serta dilengkapi 4 elatera.

4. Paku Sejati (Filicinae)

Paku sejati adalah jenis paku sebenarnya dengan sifat higrofit yang tumbuh ditempat lembab ataupun teduh. Untuk ukurannya sangat bervariasi dari berukuran kecil sampai dengan sama seperti ukuran pohon pada umumnya. Untuk paku sejati akan ditemukan rambut menyerupai sisik.

Ada dua macam paku sejati, yaitu paku air dan paku tanah. Paku tanah kerap kita temukan digunakan untuk tanaman hias seperti Adiantum trapiziforme. Sedangkan paku air dapat ditemukan pada sawah di Indonesia, contohnya semanggi.

Tumbuhan Paku Dibedakan Berdasarkan Spora


  1. Homospora: paku yang hanya bisa menghasilkan spora dengan satu ukuran sama.
  2. Heterospora: bisa menghasilkan dua ukuran spora, yaitu makrospora serta mikrospora.
  3. Peralihan: yang terakhir ini sebenarnya hanya mampu menghasilkan spora sama, tetapi dengan jenis jantan dan betina.

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Tumbuhan Paku Secara Lengkap"

Posting Komentar

Silakan ajukan pertanyaan kamu...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel